Friday, 25 November 2011

Intr0speksi Diri

Didalam tahun baru hijriah ini selayaknya, kita
sebagai muslim yang taat, mengintrospeksi diri
dengan semua apa-apa yang telah kita perbuat.
Dan memilih semua bentuk amalan yang baik
untuk tetap kita pertahankan dan kita tingkatkan
porsi amalan yang baik untuk kita kerjakan. Dan
meninggalakan semua perbuatan yang tidak
bermanfaat, baik untuk diri kita ataupun orang
sekitar kita.
Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru
hijriah, tepatnya kita akan memasuki bulan
muharram. Yang berarti kita akan meninggalkan
tahun lalu, dan memasuki tahun baru hijriah,
yakni tahun baru 1433 hijriah. Adalah tahun baru
hijriah, yang mana penyambutan tahun baru ini
tidak selayaknya seperti orang-orang non
muslim merayakan tahun baru miladiyahnya.
Didalam tahun baru hijriah ini selayaknya, kita
sebagai muslim yang taat, mengintrospeksi diri
dengan semua apa2 yg telah kita perbuat.
Dan memilih semua bentuk amalan yg baik
untuk tetap kita pertahankan dan kita tingkatkan
porsi amalan yg baik untuk kita kerjakan. Dan
meninggalakan semua perbuatan yg tdk
bermanfaat, baik untuk diri kita ataupun orang
sekitar kita.

Didalam tahun baru ini, kita senantiasa berusaha
untu menjadi hamba Allah SWT yg taat akan
perintahnya, dg menjalankan semua
kewajiban dan menjauhi segala larangannya. Dan
bukanlah Allah SWT telah berfirman bahwa
manusia adalah hambanya yang memiliki tugas
untuk beribadah. Kalaulah ditahun-tahun lalu kita
masih sering melakukan berbagai kekurangan,
maka marilah kita kejar kekurangan2
itu dengan semangat memperbaiki diri menuju
kesempurnaan, baik itu dalam beribadah,
bekerja, bermasyarakat, dan berkreasi.
Dan jika dimasa-masa lalu masih banyak
berbagai kemaksiatan yg kita lakukan, maka
marilah kita ganti kemaksiatan itu dengan
semangat memprbanyak amalan2 saleh.

Kapan lagi kita memperbaiki diri, kalau bukan
dimulai dari sekarang? Dan pantaskah kita
menundanya? Padahal kita tidak tahu kapan
kehidpan didunia ini berakhir?. Dan juga
ingatlah!.......bahwa Allah SWT tidak menjadikan
kehidupan didunia ini abadi, firmannya dalam
alqur'an, surat al-anbya 34-35 : Artinya : Kami
tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang
manusiapun sebelum kamu Muhammad, maka
jika kalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?
Tiap-tiap bernyawa akan merasakan mati, kami
akan menguji kamu dengan keburukan dan
kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada kamilah
kamu sekalian dikembalikan. Ayat diatas sungguh
sangat jelas menerangkan, bahwa kehidupan
didunia ini tidak kekal, dan semua yang
bernyawa pasti akan merasakan kematian.
Jika demikian untuk apalagi kita berlama-lama
dalam kubangan kemaksiatan, dan untuk apalagi
kita menunggu hari esok untuk berbuat amalan
soleh. Dan bukankah kita sudah tahu bahwa ajal
manusia adalah rahasia Allah SWT semata.

Umur kita akan terus berjalan seiring jarum jam
berputar, dan “kesempatan� tidak akan
pernah mengiringi putaran jarum jam, dan yang
pasti “kesempatan itu� tidak akan pernah
ada untuk kedua kalinya. Ini berarti umur kita
bukannya semakin bertambah, tetapi sebaliknya
dari tahun ketahun umur kita semakin berkurang.
Oleh sebab itu marilah kita isi hidup kta ini
dengan memperbanyak amalan soleh, belajar
dengan giat, bekerja dengan ikhlas, dan
beribadah dengan hanya mengharap ridho Allah
SWT semata. Sekarang kita masih hidup, tetapi
siapa tahu beso pagi kita akan mati. Sekarang kita
masih dapat menikmati tahun baru hijriah, tetapi
siapa tahu tahun depan kita akan mati.
Adalah satu riwayat yang menceritakan tentang
anak Umar bin khotob, kembali pulang dari
sekolahnya sambil menghitung tambalan-
tambalan yang melekat dibajunya yang sudah
usang dan jelek. Dengan rasa kasihan umar sang
Amirul mu’minin sebagai ayahnya mengirim
sepucuk surat kepada bendaharawan negara,
yang isinya minta agar beliau diberi pinjaman
uang sebanyak 4 dirham, dengan jaminan
gajinya bulan depan supaya dipotong. Kemudian
bendaharawan itu mengirim surat balasan
kepada umar, yang isinya demikian : “wahai
umar adakah engkau telah dapat memastikan
bahwa engkau akan hidup sampai bulan depan?,
Bagaimana kalau engkau mati sebelum melunasi
hutangmu?� Membaca surat bendaharawan
itu, maka seketika itu juga umar tersungkur
menangis, lalu beliau menasehati anakanya dan
berkata : “Wahai anaku, berangkatlah
kesekolah dengan baju usangmu itu
sebagaimana biasanya, karna akau tidak dapat
memperhatikan umurku walaupun untuk satu
jam.� Sungguh, batasan umur manusia tidak
ada yang mengetahuinya, kecuali hanya Allah
SWT semata.
Oleh karna keterbatasan tersebut, dan karna
rahasia Allah SWT semata, maka marilah kita
pergunakan kesempatan hidup ini dengan
meningkatkan taqwa kita kepadanya dan
menambah semangat beramal ibadah yang lebih
besar lagi. Kembali kepada masalah introspeksi
diri dalam menyambut tahun baru hijriah, adalah
sangat-sangat perlu bagi kita untuk berkaca diri,
menilai dan menimbang amalan-amalan yang
telah kita perbuat, penilaian dan penimbanagan ini
bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar
perbuatan kita. Tapi itu semua dilakaukan untuk
mengendalikan semua bentuk amalan perbuatan
yang hendak kita laukakan dengan penuh pikiran,
pertimbangan, dan pertanggung jawaban. Sebab
dan terkadang manusia yang tidak pernah
bercermin diri bagaikan binatang liar yang
terlepas dari jeratan, ia akan berlari dengan
sekencang-kencangnya dan melompat dengan
sekuat tenaga tanpa menghiraukan kalau itu akan
mebahayakannya kembali. Manusia yang
demikian akan berbuat sekehendak hatinya, tanpa
berpikir dan pertimbangan, yang pada akhirnya
ia akan terjatuh ditempat yang sama dan
meratapi perbuatannya dengan berulang-lang
kali, sungguh malang nasibnya jika setiap tahun
ia harus terjatuh dan terjatuh lagi ditempat yang
sama.
Ada satu sabda nabi yang mengutarakan tentang
perbuatan yang tercela, adalah sebagai berikut :
Artinya : “Tanda kecelakaan itu ada empat:
1. Tidak mengingat ingat dosa yang telah lalu,
padahal dosa-dosa itu tersimpan disisi Allah
SWT .
2. Menyebut nyebut segala kebaikan yang telah
diperbuat padahal siapa pun tidak tahu apakah
kebaikan kebaikan itu diterima atau ditolak.
3. Memandang orang yang lebih unggul dalam
soal duniawi.
4. Memandang orang yang lebih rendah dalam
hal agama. Allah SWT berfirman, aku
menghendaki dia sedang dia tidak menhendaki
diriku, maka dia aku tinggalkan.� Sungguh
sangat malang dan tiada ungkapan bagi manusia
yang ditinggalkan sang kholiq. Akan tetapi Allah
SWT , maha bijaksana, sehingga ia tidak
menghendaki hamba-hambanya terjerumus
dalan kehancuran. Akan tetapi Allah SWT
memberikan tuntunan hidup yang berupa agama
Islam, yang didalamnya terdapat ajaran-ajaran
yang menuju kepada kebahagiaan dan
keselamatan dunia dan akhirat.
Oleh sebab itu berbahagialah bagi mereka yang
memperoleh nikmat umur yang panjang dan
mengisinya dengan amalan-amalan yang baik
dan perbuatan-perbuatan yang bijak. Rasulullah
SAW bersabda : Artinya : “Sebaik-baik
manusia adalah orang yang panjang umurnya
dan baik amalannya� ( HR Ahmad)� Adalah
suatu tindakan yang bijak, jika manusia berbuat
salah kemudian ia sadar dan memperbaiki
kesalahannya dengan berbuat amalan yang baik
dengan komitmen tidak akan mengulangi
kesalahannya itu.


marilah kita mulakan tahun baru ini,dg
mem0h0n kpd Allah,karna dg berd0'a kita akan dijauhkan dari fitnah2 syaitan.

Adapun d0'anya adalah sbg berikut:



بسم الله الرحمن الرحيم

وصلىالله علىسيدناوموﻻنامحمد وعلىآله وصحبه وسلم
اللهم أنت الأبدي القديم الأول وعلىىفضلك العظيم وجودك المعول وهذاعام جديدقدأقبل نسئلك العصمةفيه من الشيطان وأوليآءه وجنوده والعون علىهذه النفس الأمارة بالسوء والإشتغال بمايقربنىإليك زلفى ياذاالجلال والإكرام ياأرحم الراحمين

وصلىالله علىسيدناوموﻻنامحمد وعلىآله وأصحابه وسلم

ــ آمين ـــ

No comments:

Post a Comment